Jumat, 05 Desember 2014

PENGARUH KEKERASAN TERHADAP PSIKOLOGI ANAK


BAB 1
Pendahuluan

1. Latar Belakang
Anak adalah tumpuan dan harapan orang tua. Anak jugalah yang akan menjadi penerus bangsa ini. Sedianya, wajib dilindungi maupun diberikan kasih sayang. Namun fakta berbicara lain. Maraknya kasus kekerasan pada anak sejak beberapa tahun ini seolah membalikkan pendapat bahwa anak perlu dilindungi. Begitu banyak anak yang menjadi korban kekerasan keluarga, lingkungan maupun masyarakat dewasa ini.
Pasal 28b ayat 2 menyatakan bahwa “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminas”. Namun apakah pasal tersebut sudah dilaksanakan dengan benar? Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia masih jauh dari kondisi yang disebutkan dalam pasal tersebut.
Berbagai jenis kekerasan diterima oleh anak-anak, seperti kekerasan verbal, fisik, mental maupun pelecehan seksual. Ironisnya pelaku kekerasan terhadap anak biasanya adalah orang yang memiliki hubungan dekat dengan si anak, seperti keluarga, guru maupun teman sepermainannya sendiri. Tentunya ini juga memicu trauma pada anak, misalnya menolak pergi ke sekolah setelah tubuhnya dihajar ole gurunya sendiri.
penyelesaiannya. Perlu koordinasi yang tepat di lingkungan sekitar anak terutama pada lingkungan keluarga untuk mendidik anak tanpa menggunakan kekerasan, menyeleksi tayangan televisi maupun memberikan perlindungan serta kasih sayang agar anak tersebut tidak menjadi anak yang suka melakukan kekerasan nantinya. Tentunya kita semua tidak ingin negeri ini dipimpin oleh pemimpin bangsa yang menyelesaikan kekerasan terhadap rakyatnya.
2. Rumusan masalah
·         Penyebab terjadinya kekerasan pada anak
·         Jenis jenis kekerasan terhadap anak
·         Dampak kekerasan terhadap psikologi anak
3. Pembahasan
Penyabab terjadi kekerasan terhadap anak :
· Lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak dalam menonton tv, bermain dll. Hal ini bukan berarti orang tua menjadi diktator/over protective, namun maraknya kriminalitas di negeri ini membuat perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
· Anak mengalami cacat tubuh, gangguan tingkah laku, autisme, terlalu lugu
· Kemiskinan keluarga (banyak anak).
· Keluarga pecah (Groker Home) akibat perceraian, ketiadaan Ibu dalam jangka panjang.
· Keluarga yang belum matang secara psikologis, ketidak mampuan mendidik anak, anak yang tidak diinginkan (Unwanted Child)atau anak lahir diluar nikah.
· Pengulangan sejarah kekerasan orang tua yang dulu sering memperlakukan anak-anaknya dengan pola yang sama
· Kondisi lingkungan yang buruk, keterbelakangan
· Kesibukan orang tua sehingga anak menjadi sendirian bisa menjadi pemicu kekerasan terhadap anak
· Kurangnya pendidikan anak terhadap anak.

2. Jenis jenis kekerasan pada anak :
·         Kekerasan fisik. Perlakukan kasar secara fisik terhadap anak, seperti mencubit, menendang, memukul atau mengguncang. Kekerasan fisik kerap kali tak ada batas jelas antara menyiksa dan mendisiplin. Fetal alcohol syndrome, atau konsumsi alkohol berlebihan saat hamil hingga mengakibatkan bayi lahir cacat, digolongkan sebagai kekerasan fisik terhadap anak.
·         Kekerasan seksual. Bisa dilakukan orang dewasa terhadap anak. Menyentuh bagian tubuh anak, anak disuruh memgang alat kelamin hingga pemaksaan hubungan seksual.
·         Kekerasan Emosi/Verbal. Kekrasan yang ditujukan untuk mengendalikan dengan cara menakut-nakuti, mengancam, menumbuhkan rasa bersalah, menghina/mencemooh, memaksa dan sebagainya.

3. dampak kekerasan terhadap psikologi anak
Jangka pendek: Dampak jangka pendek terutama berhubungan dengan masalah fisik antara lain: lembam, lecet, luka bakar, patah tulang, kerusakan organ, robekan selaput dara, keracunan, gangguan susunan saraf pusat. Di samping itu seringkali terjadi gangguan emosi atau perubahan perilaku seperti pendiam, menangis, dan menyendiri.  
Jangka panjang: Dampak jangka panjang dapat terjadi pada kekerasan fisik, seksual, maupun emosional. Kekerasan fisik bisa menyebabkan kecacatan yang dapat mengganggu fungsi tubuh anggota tubuh. Kekerasan seksual bisa menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, gangguan /kerusakan organ reproduksi.  Kekerasan emosional bisa menyebabkan tidak percaya diri, hiperaktif, sukar bergaul, rasa malu dan bersalah, cemas, depresi, psikosomatik, gangguan pengendalian diri, suka mengompol, kepribadian ganda, gangguan tidur, psikosis, dan penggunaan napza.
divine-music.info
divine-music.info

divine-music.info